all about me

Latest

Papua Damai Dalam Lensa

Berawal dari lomba fotografi dengan tema papua damai dalam lensa saya mencoba membuat beberapa foto yang saya rencanakan modelnya menggunakan pakaian traditional dan melakukan kegiatan dengan saling menghargai satu sama lainnya. beberapa model yang saya pakai adalah siswa saya disekolah sma yppk teruna bakti mereka adalah Methes Agapa,Rufinus,dan yohanis. saya tidak sendiri saya mengajak beberapa siswa saya yang juga suka dengan fotografi. edd Rumi, Theresia Naru,Meivy,Candrayani, kita mencoba membuat semua di lokasi pinggiran danau sentani di bukit tepat didepan rumah makan Yogwa. walaupun beberapa hasil fotoini tidak saya ikutkan dalam lomba namun saya merasa puas karena banyak hal yang dapat saya pelajari dari hasil itu.

methes rufinus dan anis

menatap indahnya danau sentani methes

methes memainkan alat musik traditional PIKON

menatap sunset danau sentani

Keindahan Danau Sentani dari Bukit HERANSEKE

sunset dari bukit heranseke foto by Fery Lasse

Dalam kesibukan dengan berbagai macam kegiatan, saya mencoba mencari informasi tentang Danau Sentani dan sekitarnya yang tepatnya setelah desa YOKA sebelum Desa PUAY. bukit yang sungguh indah ini Sering dikenal dengan bukit yang selalu dihuni kabut pada pukul 22.00wit paling lama dan paling cepat jika dalam keadaan mendung atau hujan 18.00wit.

foto by Ferry Lasse

foto by Khajock

it's me. tadah matahari sisa

Saya juga bagian dari mereka

Perjalanan yang panjang akhirnya saya dapat tiba dengan selamat di desa swentab Kemtukgresi. dengan wajah yang penuh ceria saya disambut oleh bapak Yunus Udam selaku ketua seni di Kemtukgresi.penuh keakraban kami saling berjabat tangan dan berpelukan, kemudian bapak Yunus memperkenalkan istri dan anak-anaknya. hari makin gelap namun dengan secangkir kopi yang dibuatkan oleh istri bapak Yunus kepada kami menjadikan cerita kami semakin panjang dan luas tentang budaya dan tradisi didaerah Kemtukgresi. tidak hanya budaya dan tradisi yang dijelaskan oleh bapak Yunus Udam, keturunan dan sil-silah semua suku yang ada di Kemtukgresipun diceritakan oleh Beliau. semakin larut membuat saya tak mampu lagi untuk harus memejamkan mataku. pagi yang indah dengan kicauan burung yang beraneka ragam membuat saya merasa senang berada di tengah hutan yang rimba. saya dipangil oleh bapak Yunus untuk diminta bergabung bersama dengan yang lainya untuk melihat semua kesiapan kita. saya merasa senang dan sangat gembira karena saya juga di ikut sertakan untuk memakai baju traditional sehingga saya merasa saya adalah bagian dari mereka.

saya memakai pakaian traditional dan memegang alat musik tifa

bersama kepala suku dari marga Udam dam keluarga Udam

Keindahan Danau Sentani dari kampung Doyo Lama

saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju Desa YANSU, perjalanan yang begitu panjang melewati berbagai kampung membuat saya sangat kelelahan, namun sesampainya saya didesa doyo lama semua kelelahan saya serasa terobati dengan melihat keindahan pemandangan danau sentani dari atas gunung tepatnya dipinggiran jalan dimana saya lewat.

Danau Sentani di lihat dari Doyo Lama

JUBI SIAP DIGARAP

saat ini sabtu 07 – 05 – 11 sedang mempersiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan saya untuk meliput sebuah tradisi dari daerah kemtuk gresi desa Yansu. YANSU adalah bahasa traditonal yang berarti PUSAT PEMBAGIAN HARTA DAN BUDAYA. saya tidak sendiri saya ditemani seorang teman yang berasal dari spanyol, bernama JUAN GAMIS. sungguh sangat mengagumkan bagi saya ketika melihat dan mendengar beberapa cerita rakyat setempat. salah satu cerita yang akan saya liput kali ini adalah alat yang biasanya digunakan untuk berperang atau berburu yang biasa disebut (JUBI). seorang pemuda dapat dianggap layak untuk mengikuti perang apabila ia melalui tahap ini. adapun tahap yang harus dilalui adalah panglima perang atau seseorang yang dipercaya sebagai pemanah terbaik akan mengumpulkan semua anak-anak kecil didesa dan mereka akan mendengar arahan darinya untuk mengambil atau mencari bahan-bahan untuk membuat JUBI, setelah jubi itu jadi semua anak-anak (laki-laki) akan bersama-sama saling berlomba untuk memanah sebuah jeruk yang diguling diatas tanah, buah jeruk disini dianggap sebagai target. mereka yang berhasil memanah  mengenai buah jeruk dia yang di anggap lulus dalam ujian ini, dan dapat mengikuti perang atau berburu. saya mencoba meliput tradisi budaya ini dengan membuatnya menjadi film dokumenter. sungguh banyak kekurangan baik peralatan maupun transportasi yang saya perlukan namun saya tetap berusah semaksimal mungkin agar semua dapat berjalan dengan baik. adapun kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 14 – 16 mei di desa YANSU distrik KEMTUKGRESI.

Beberapa benda peninggalan leluhur desa YANSU

kapak batu dan manik

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.